Skip to content

Teguh Eko Budiarto

Web Programming and Sharing Experience

Archive

Category: Wisdom words

Apalah artinya manusia kalau dia tidak beragama. Hidup seperti hewan. Hanya makan, minum dan membiak. Tidak ada sistem hidup. Hidup semata-mata karena nafsu dan hendak bersenang-senang serta tidak herhenti-henti membuat kerusakan di muka bumi. Beraja di mata dan bersultan di hati. Menjadi penghalang kepada kebaikan dan kebenaran. Menganggap dunia ini sebagai syurga dan yakin bila mati nanti, akan rapuh dan hancur seperti kayu mati. Habis riwayat, tidak ada cerita apa apa lagi.

Apalah artinya agama kalau bukan agama fitrah. Kalau bukan agama yang membawa hak, kebenaran, keselamatan dan kasih sayang. Kalau bukanlah agama yang diredhai oleh Tuhan. Kalau bukan agama Islam.

Apalah artinya beragama Islam kalau tidak ada hidayah. Tanpa hidayah kita tidak akan serius dalarn beragama. Tidak serius dengan Tuhan. Hanya Islam ikut ikutan, Islam keturunan, Islam taqlid, Islam nenek moyang.

Apalah artinya hidayah kalau tidak mempunyai ilmu. Tidak kenal Tuhan. Tidak tahu halal dan haram. Tidak kenal penyakit-penyakit hati. Tidak ada ilmu artinya tidak tahu cara bertindak. Tidak tahu cara beragama. Tidak tahu bersyariat. Menjadi kaku dan beku. Ada agama tapi tidak mampu berbuat apa-apa.

Apalah artinya ilmu kalau tidak difahami. Ilmu hanya di akal, tidak dihati.

Apalah artinya faham kalau ilmu tidak diyakini. Ilmu itu tidak akan mencengkeram hati. Tidak akan mendarah mendaging.

Apalah artinya yakin kalau ilmu tidak diamalkan. Ilmu hanya tinggal ilmu. Samalah hakikatnya dengan orang yang tidak punyai ilmu. Orang berilmu yang tidak mengamalkan ilmu adalah seperti pohon yang tidak berbuah. Tidak menghasilkan apa-apa.

Apalah artinya amalan kalau tidak ada mujahadah. Tidak dapat melawan tarikan dunia dan tipuan syaitan. Tidak dapat melawan kehendak nafsu. Tanpa Mujahadah, sampai kapan pun hati tidak akan menjadi baik dan nafsu tidak akan terdidik.

Apalah artinya mujahadah kalau tidak istiqomah. Sebentar dibuat sebentar ditinggal. Bila suka, dibuat, bila tak suka, ditinggal. Amalan bermusim-­musim. Istiqomah Itu ialah karamah. Kalau amalan sudah istiqomah, barulah akan timbul berbagai kebaikan dan keajaiban dari amalan dan ibadah. Baru akan datang kasih sayang Tuhan. Yang penting bukan banyak tetapi istiqomah. Kalau istiqomah, air yang menetes pun dapat melekukkan batu. Istiqomah adalah tanda ikhlas.

Apalah artinya istiqomah kalau amalan itu tidak ada batinnya, tidak dihayati dau tidak dijiwai. Tidak ada roh. Tanpa membawa hati. Tanpa rasa. Tuhan tidak ada dalam ibadah. Ibarat buah, hanya ada kulit, tidak ada isinya. Tidak ada indahnya. Tidak ada manisnya. Hanya jasad yang terlibat. Hanya jasad yang taat. Hanya jasad yang beribadat. Walhal Tuhan tidak memandang pada jasad. Tuhan melihat pada hati. Selagi hati tidak ada dalam ibadah, selagi itulah kita belum benar-benar beribadah. Yang menyembah dan mengabdi diri pada Tuhan itu ialah hati atau roh. Jasad hanyalah pengiring. Betapa terkelirunya kita meninggalkan pengiring menyembah Tuhan dan kita pergi entah ke mana. Pengiring tidak tahu apa-apa. Pengiring tidak faham apa-apa.

Hanya apabila roh sudah beperanan, apabila roh dan hati sudah kenal, cinta, takut dengan Tuhan dan apabila roh sudah terlibat dalam pengabdian kepada Tuhan, barulah akan terbina insan. Barulah akan terasa didikan dan tarbiah dari Tuhan. Barulah akan timbul hasil dan buah ibadah iaitu akhlak yang luhur. Akhlak dengan Tuhan, akhlak sesama manusia dan akhlak terhadap sekalian makhluk Tuhan.

Sebahagian akhlak ialah ulfah, iaitu kasih sayang. Manusia tidak akan mampu berkasih sayang selagi manusia belum merasakan Cinta kepada Tuhan.

Tidakkah dapat kita rasakan bahwa seluruh alam ini berputar hanya karena kasih sayang Tuhan. Tuhan tidak terpaksa. Tuhan tidak mengambil untung. Tuhan tidak memiliki kepentingan apa pun. Malahan Tuhan tidak perlu kepada kita dan kepada seluruh alam ini. Namun Tuhan tetap mencurahkan kepada kita segala rahmat dan nikmatnya tanpa henti-henti. Apakah motifnya kalau tidak semata-mata karena cinta dan kasih sayang­Nya kepada kita.

Bila sudah dihasilkan akhlak dan ulfah (kasih sayang), barulah segala-galanya akan mempunyai arti. Beragama mempunyai arti. Hidayah mempunyai arti. Ilmu mempunyai arti. Kefahaman mempunyai arti. Keyakinan mempunyai arti. Amalan Mempunyai arti. Mujahadah mempunyai arti dan istiqomah pun mempunyai arti. Malah bila telah wujud akhlak dan kasih sayang, barulah seluruh kehidupan ini mempunyai arti.

From: Roel’s Blog

This morning, my wife still felt dizzy, eventhough her fever was already cooling down. After we made some discussion, we agree to take the test. Her period is already 2 weeks late. After we bought some pregnancy test pack, we go to Azamino Eki’s for her to take the test.

I waited for quite long time, until I saw her. Her face was blushing red while she gave me the test pack. Without seeing it first, I asked her, “How’s it?”. “I haven’t looked it.”, she replied. But, by seeing her face, I knew she already saw it and she wanted me to have a look of it by myself.

I looked into it and said, “Alhamdulillah …”. The test gave positif result. I am going to be a father. All praise is for you Allah, the creator of heaven and earth. I realized this is not an easy task. Allah has given me a very big amanah that I should keep.

Ya Allah, You who gave me this amanah,
please give me power to hold it,
because there is no power without Yours.

Give me knowledge to raise my family according to Your way,
since all knowledge come from You,
and I dont have any knowledge, except You give me.

Ya Allah, who possess all the heaven and earth,
give me rizqi from your side, which is halal and barakah.

Ya rabb, make my wife and my children be pleasure in my eyes and my heart,
and make me a leader to people who fear and obey you.

Ya Allah, make this task feel easy for me and for my wife.
Forgive all of our mistakes and sin,
because You are most forgiveful to all sin
and there are no one can forgive unless You.

Mohon doa dari semua keluarga dan teman-teman.